Denganmemahami cara menghitung kWh meter dan pemakaian listrik ini, bisa memperkirakan biaya listrik dan menjadi bijak menggunakan listrik. Sebuah rumah dengan kapasitas daya 1.300 VA, menyalakan AC ½ PK dengan besaran daya listrik sebesar 400 Watt dan Lampu LED 20 Watt menyala selama 10 jam. Maka pemakaian daya listrik yang terhitung
Source times imax for 0.5 seconds Posted in fisika tagged cara membaca kwh meter 3 phase digital, cara menghitung kebutuhan daya listrik gedung, cara menghitung kwh meter 3 phase dengan ct, cara menghitung lwbp dan wbp, cara menghitung tagihan listrik berdasarkan stand meter, fkm listrik adalah, tarif listrik 3 phase per kwh, tarif listrik per kwh
juallampu led murah malang, jual lampu led malang murah, jual lampu hemat, Kegunaan piutang usaha yang utama adalah untuk meningkatkan volume barang yang dijual agar mampu bersaing. Cara menentukan anggaran sediaan bahan baku dengan memb:aat anggaran belian bahan baku, dan cara menentukan anggaran sediaan barang dagangan dengan membuat
5500. 4.400. 6.600. 5.280. 7.700. 6.160. Dari tabel diatas ini anda sudah bisa menentukan daya listrik pln yang harus dipasang dirumah tersebut. Jika Daya VA yang anda butuhkan tidak ada pada tabel diatas maka anda hanya perlu mengalikan (VA x 0.8), maka anda akan menemukan Watt yang sesuai keinginan untuk dipasang dirumah anda.
Sangatcocok untuk kebutuhan lighting di tempat-tempat yang kecil dan sempit. at 12/07/2010 09:07:00 AM. contohnya lampu LED. Jika lampu LED tidak diberi tegangan yang stabil maka dapat menyebabkan nyala LED berubah-ubah (terang-redup), dan yang terburuk adalah LED dapat putus jika terjadi kelebihan tegangan. Cara menghitung resistor
300watt + 3000 watt + 24000 watt + 45000 watt + 600 watt = 72.900 watt dalam sehari. Kalian jangan kaget dulu ya. Karena dalam menghitung tarif listrik itu memakai satuan Kwh ataupun Kilowatt per hour atau per jam. Nah, agar mendapatkan satuan Kwh itu, maka 72.900 watt : 1000 = 72,9 Kwh. Sesudah kita mengetahui angka dari konsumsi listrik itu
.
Tentunya setiap ruangan dirumah kita membutuhkan yang namanya iradiasi dan masing-masing ruangan tersebut mempunyai kebutuhan pencahayaan nan berbeda-beda tergantung pada luas kolom dan kepentingan ruangan tersebut Lalu, bagaimanakah cara menghitung kebutuhan panah lega suatu kolom? berapa besar watt lampu nan diperlukan atau berapakah jumlah lampu yang terbiasa dipasang? Nah, mungkin cak bertanya diatas berulangulang diajukan oleh kebanyakan orang mahajana nan belum mengerti tentang patokan kebutuhan pencahayaan dalam sebuah ruangan. Senyatanya kita boleh mengetahui atau cak menjumlah seberapa besar pencahayaan lampu yang dibutuhkan lega sebuah ruangan tersebut. Sebelum menghitung kebutuhan pencahayaan dalam suatu ruangan, cak semau beberapa hal nan perlu engkau ketahui, ialah mengenai satuan cahaya berikut ini LUMEN Lumen merupakan salah satu asongan cahaya. Kredit satuan pada lumen, menyatakan seberapa lautan pencahayaan yang dihasilkan oleh suatu sendang kilap. Misalnya plong lampu LED dengan kiat 4W memiliki nilai lumen sebesar 350 lumen alias bohlam LED dengan daya 6W punya ponten lumen sebesar 470 lumen. Yang terlazim diperhatikan yakni semakin lautan nilai lumen sreg sebuah lampu, maka tingkat cahaya yang dihasilkan sekali lagi akan semakin kirana. LUX Selanjutnya yakni lux. Lux sekali lagi merupakan salah satu satuan sinar. Lux menyatakan nilai besaran pencahayaan nan terserah pada suatu ruangan yang mendapatkan cahaya berbunga satu sumber cahaya atau iradiasi. Untuk sebuah ruangan yang sempit maka nilai lux nan dibutuhkan juga makin boncel sehingga lampu yang digunakan pas dengan kunci yang kecil saja, begitu juga sebaliknya buat rubrik nan luas maka nilai lux nan dibutuhkan kembali harus lebih besar sehingga lampu yang dibutuhkan adalah lampu dengan daya yang bertambah besar. Yang mengecualikan antara lumen dan lux yaitu lumen menunjukkan seberapa banyak cahaya nan dihasilkan oleh lampu, sedangkan lux menunjukkan hasil akhir cahaya maupun redupnya sinar yang disebarkan yang tergantung pada luas ruangan. Setelah mencerna bilang satuan cahaya diatas, kita juga harus mengetahui nilai standar pencahayaan sreg bilang rubrik, sama dengan dibawah ini Kolom Di Dalam Rumah Habis TERAS standar pencahayannya adalah 60 lux Kandang mobil standar pencahayannya adalah 60 lux RUANG Tamu standar pencahayannya ialah 120 – 150 lux RUANG Makan standar pencahayannya adalah 120 – 250 lux Pangsa KERJA standar pencahayannya adalah 120 – 250 lux KAMAR TIDUR standar pencahayannya adalah 120 – 250 lux KAMAR Bersiram standar pencahayannya ialah 250 lux DAPUR patokan pencahayannya adalah 250 lux Ruangan Di Privat Perkantoran Gudang Sertifikat tolok pencahayannya merupakan 150 lux Rubrik ARSIP AKTIF kriteria pencahayannya merupakan 300 lux Pangsa RAPAT standar pencahayannya adalah 300 lux RUANG DIREKTUR standar pencahayannya adalah 350 lux Urat kayu KERJA barometer pencahayannya adalah 350 lux RUANG Komputer standar pencahayannya adalah 350 lux Ira Gambar standar pencahayannya adalah 750 lux Rubrik Di Internal Sekolahan Warung kopi standar pencahayannya adalah 200 lux Pangsa Papan bawah barometer pencahayannya ialah 250 lux PERPUSTAKAAN standar pencahayannya adalah 300 lux LABORATORIUM standar pencahayannya adalah 500 lux RUANG GAMBAR standar pencahayannya adalah 750 lux Ruangan Di Privat Hotel & Kafetaria LOBBY & KORIDOR barometer pencahayannya adalah 100 lux KAMAR TIDUR standar pencahayannya adalah 150 lux RUANG SERBA GUNA patokan pencahayannya adalah 200 lux Ulas Makan standar pencahayannya yaitu 250 lux KAFETARIA kriteria pencahayannya yaitu 250 lux Perapian standar pencahayannya adalah 300 lux Biji standar pencahayaan diatas merupakan standar pencahayaan lampu pada beberapa rubrik puas umumnya. Jika ingin menghitung kebutuhan pencahayaan n domestik suatu ruangan, maka kita memerlukan nilai lux standar pencahayaan diatas. Sebagai arketipe sebuah ruangan makan pada rumah tinggal dengan dimensi tingkatan 3 meter dan lebarnya 3 meter, sehingga luas ruangan tersebut adalah 9 meter persegi. Suntuk, pertanyaannya adalah berapa kebutuhan penerangan bola lampu yang diperlukan agar sesuai dengan ruangan tersebut? Jikalau dilihat dari jabaran barometer pencahayaan diatas, tingkat pencahayaan nan sesuai untuk ruangan makan tersebut adalah antara 120-250 lux, kita ambil skor tengahnya saja merupakan sekitar 185 lux, kendatipun sebenarnya nilai ini terbatas bertambah besar untuk format ruangan bersantap dengan luas 9 meter persegi. Lalu untuk pendirian menghitung, purwa kita harus ketahui lebih lagi adv amat biji lumen yang dibutuhkan pada kolom dengan cara berikut Nilai Lumen = Lux x Luas Ruangan = 185 lux x 3x3m = 185 lux x 9 m² = lumen Setelah skor lumen diketahui, maka kita lampau menentukan lampu yang akan dipakai, perlu pula diketahui bahwa diversifikasi lampu begitu juga lampu pijar, neon ataupun LED, memiliki skor watt yang berbeda-tikai serta tingkat binar yang dihasilkannya kembali berbeda. Namun disini yang perlu diperhatikan yaitu kredit lumennya, enggak wattnya. Dengan mengetahui nilai lumen, maka kita dapat menentukan banyaknya bola lampu serta watt lampu busur nan dibutuhkan. Seumpama kamil apabila kita menggunakan lampu LED Philips 9W dengan nilai lumen sebesar 806 lumen, maka berapakah jumlah lampu yang kita dibutuhkan = lumen 806 lumen = 2 Jadi besaran lampu busur nan dibutuhkan adalah 2 buah bohlam lampu LED berdaya 9W. Sekadar, dengan hasil runding seperti diatas dengan 2 buah lampu ini sebetulnya bukan hasil yang mutlak, karena kita juga harus mempertimbangkan lagi dengan faktor nan lainnya, dalam kasus rubrik makan diatas nan luasnya cukup kecil ini sepantasnya tekor cocok jika dipasang 2 buah bola lampu lampu. Sebenarnya memasang satu buah lampu hanya mutakadim lebih berasal pas untuk kolom makan tersebut. Kita bisa meletuskan satu buah lampu dengan siasat ataupun watt yang lebih lautan. Karena dengan lampu busur yang mempunyai watt bertambah osean maka nilai lumennya pun akan lebih besar. Misalnya jika kita memakai suatu buah bohlam bohlam LED Philips 13W dengan poin lumen sebesar 1400 lumen Dengan antisipasi Lux = Lumen/Luas Ruangan = 1400 lumen 9 m² = 155,5 dibulatkan menjadi 155 lux Jika dihitung lagi seperti mana diatas, satu biji zakar bohlam LED Philips 13W ini sudah masuk dalam nilai kriteria pencahayaan untuk ruangan bersantap yakni antara 120 – 250 lux. Jadi, dengan nilai 155 lux ini masih masuk internal rekomendasi tingkat pencahayaan cak bagi ulas makan tersebut, meskipun layak dengan satu titik bohlam saja nan dipasang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bukan banyaknya jumlah tutul lampunya nan diperhatikan, namun nan perlu diperhatikan yakni kredit luxnya apakah sudah termasuk dalam standar pencahayaan ruangan tersebut. Demikian lakukan artikel kali ini tentang Kaidah Cak menjumlah Kebutuhan Pencahayaan Bola lampu Pada Ruangan, semoga bermanfaat.
Cara Menghitung Jumlah Lampu Biasa atau LED Yang Dibutuhkan Dalam Suatu Ruangan Berapa Besar Sesungguhnya Cahaya Yang Kita Butuhkan? Pertanyaan ini sering muncul saat kita hendak memilih lampu untuk penerangan di rumah Berapa besar watt lampu yang dibutuhkan atau berapa banyak lampunya? Jika cahaya lampunya melebihi kebutuhan maka mata akan cepat lelah karena silau dan tentunya akan terjadi pemborosan penggunaan energi listrik. Tapi jika cahaya lampunya kurang maka mata juga akan cepat lelah karena harus bekerja keras untuk dapat melihat dengan baik. Artikel ini mencoba untuk memberikan langkah praktis untuk bisa menjawab pertanyaan ini. Mungkin hasilnya bisa saja tidak tepat, karena bicara mengenai pencahayaan ini adalah bicara mengenai rasa. Ada yang merasa nyaman dengan cahaya terang dan juga sebaliknya. Tetapi terlepas dari itu semua, semoga artikel ini bisa membantu anda untuk mendapatkan penerangan yang baik. Konsep Dasar Yang Harus Dipahami Untuk bisa menhitung berapa besar cahaya yang dibutuhkan, kita harus memahami dulu beberapa istilah yang digunakan dalam pencahayaan. Yaitu istilah Candela, Lumen dan Lux. Candela Candela adalah satuan cahaya yang dianggap sama dengan cahaya lilin. Cahaya lilin mempunyai sifat menyebar. Karena itu semakin besar angka Candela maka semakin kuat cahaya tersebut menyebar. Candela yang merupakan perhitungan satuan cahaya lilin dianggap sebagai angka satuan cahaya dari lampu. Candela ini dihitung dari kekuatan sinar cahaya seluruhnya. Tidak peduli dengan hasil angka arah cahaya dan hasil akhir kekuatan cahaya di suatu tempat. Lumen Lumen adalah satuan yang menyatakan kekuatan dari total sumber cahaya, misalnya lampu. Karena itu pada lampu selalu dicantumkan nilai lumen-nya. Nilai Lumen ini tidak menghitung faktor intensitas cahaya lainnya, tetapi hanya yang ada di sumber cahayanya saja dengan arah cahaya yang mengarah kesatu sisi. Tidak peduli apakah lampunya berbentuk spot-beam sehingga terlihat lebih terang atau dibuat menyebar sehingga terlihat tidak terlalu terang. Tetap saja nilai yang digunakan adalah lumen sebagai angka kecerahan cahaya pada suatu bidang yang di sinari. Lux Lux adalah nilai yang dihitung sebagai penyebaran penerangan dari sebuah cahaya lampu, dengan memperhitungkan tingkat rata-rata cahaya paling kuat dan mengabaikan cahaya rendah yang bias. Lux digunakan sebagai hasil akhir yang diberikan cahaya lampu di titik tersebut. Bukan dilihat dari kekuatan cahaya di titik lampu. Karena itu Lux umumnya digunakan sebagai satuan standar untuk tingkat pencahayaan lampu di rumah. Contohnya bila dihitung nilai 100 Lux di satu titik kecil maka akan terlihat cahaya yang sangat terang. Tetapi bila titik tersebut dibuat lebih lebar atau dibias lebih lebar maka nilai Lux akan menurun karena hasil akhir dari intensitas pencahayaan lebih redup dengan pembiasan. [Type text] Page 1 Untuk satuan yang akan dipakai pada perhitungan nanti adalah Lux dan Lumen. Jadi secara mudahnya, lumen adalah tingkat pencahayaan yang dihasilkan oleh lampu, sedangkan lux adalah pencahayaan pada bidang yang disinari. Contohnya, lampu 7 Watt yang menghasilkan 560 lumen jika dipasang pada ruangan toilet berukuran panjang x lebar = 1,5 x 1,5 M2 dengan tinggi standar 3 meter akan terlihat sangat terang. Artinya nilai lux-nya besar. Tetapi bila lampu yang sama dipasang pada ruangan berukuran 6 x 6 M2 dengan tinggi sama maka cahayanya akan terlihat kurang terang. Dalam hal ini nilai lux-nya menurun. Karena itu 1 lux dihitung setara dengan 1 lumen per meter persegi. Artikel mengenai “Spesifikasi Yang Perlu Anda Ketahui dalam Memilih Lampu Hemat Energi” mungkin bisa membantu anda untuk lebih memahami mengenai lux dan lumen ini. Menentukan Cahaya Yang Dibutuhkan Dalam Suatu Ruangan Dalam menentukan cahaya ini, salah satu pedoman yang bisa digunakan adalah tabel SNI- 03-6197-2000 dimana terdapat standar lux yang dibutuhkan setiap ruangannya. Contohnya adalah ruang kerja berukuran panjang x lebar = 3 x 4 meter, jadi luasnya adalah 12 M2. Berapa kebutuhan lampu yang sesuai? Dari tabel diatas, tingkat pencahayaan yang cocok untuk ruangan kerja tersebut antara 120~250lux. Kita ambil nilai tengahnya sebesar 185 lux. Nilai ini masih cukup terang untuk kebutuhan pencahayaan yang cukup bagi kegiatan kerja atau membaca. Dari penjelasan sebelumnya, Lux = Lumen per meter persegi, atau Lux = Total Lumen / Luas Ruang [Type text] Page 2 Maka Total Lumen = Lux x Luas Ruang, atau 185 lux x 12M2 = lumen Setelah mendapatkan angka Total Lumen, selanjutnya Anda menentukan jenis lampu apa yang Anda pilih, apakah itu jenis Fluorescent Neon, atau Lampu Pijar Bohlam, LED Light Emitting Diode. Sebagai catatan, lampu yang terpasang adalah model standar perumahan dengan fiting lampu biasa, bukan model downlight. Karena perhitungannya akan berbeda. Setelah diketahui lumen, maka berapa banyak lampu yang kita butuhkan? Contoh dari kemasan / box lampu diatas, lumen yang tertera adalah 7W/560 lumen, berarti akan dibutuhkan sebanyak 2220/560 = 3,96 -> dapat dibulatkan menjadi 4 titik lampu. Dari ilustrasi perhitungan di atas menunjukkan bahwa untuk sebuah ruangan dengan luas 12m2, bila dipilih lampu sebesar 7watt maka akan memerlukan 4 titik lampu. Ini Tips dan Triknya Hasil perhitungan diatas dengan 4 titik lampu sebetulnya bukan hasil yang mutlak. Kita harus mempertimbangkan juga faktor biaya untuk instalasi 4 titik lampu tersebut. Ada beberapa pilihan yang bisa menjadi solusi bagi anda. [Type text] Page 3 Gunakan Lampu Dengan Watt Lebih Besar Lampu yang mempunyai Watt lebih besar akan mempunyai nilai Lumen yang lebih besar. Contohnya adalah pada lampu seperti ini Lampu diatas mempunyai spesifikasi 23W, 1600 lumen. Dengan perhitungan Lux = Lumen/Luas Ruangan , maka Lux yang dihasilkan = 1600/12 = 133,3 Lux Nilai 133 Lux masih masuk dalam rekomendasi tingkat pencahayaan untuk ruang kerja dari tabel diatas yaitu antara 120 – 250 Lux. Jadi cukup dengan satu titik lampu saja. Jadi yang perlu diperhatikan adalah bukan seberapa banyak titik lampunya, tetapi berapa nilai lux yang masih memenuhi syarat. Gunakan Lampu Baca atau Lampu Meja Pilihan menggunakan lampu dengan Watt yang besar bisa saja menimbulkan pemborosan penggunaan energi listrik. Karena mungkin saja lampu di ruangan tersebut harus menyala lebih lama sedangkan waktu kerja hanya sebentar. Untuk itu solusi dengan menggunakan lampu meja atau lampu baca akan menjadi salah satu solusi yang hemat energi. [Type text] Page 4 Menentukan Kebutuhan Daya Listrik Pada Rumah Tinggal Berdasarkan PUIL Ditulis oleh Administrator2 pada Senin, 06 Maret 2017 Dilihat 5811 kali Memperkirakan Kebutuhan Daya Listrik Rumah Tinggal Seringkali muncul pertanyaan Bagaimana menghitung kebutuhan daya listrik pada rumah tinggal? Biasanya akan muncul beberapa jawaban seperti ini Biasanya rumah tinggal tipe 30 dan 36 cukup menggunakan daya listrik 1300VA Tergantung kebutuhan, jika yang saat ini MCB di kWh-meter tidak pernah turun berarti masih cukup, tidak perlu tambah daya. Dan lainnya. Berbagai jawaban diatas bisa diaplikasikan karena semuanya akan kembali pada kondisi aktual dari kebutuhan listriknya. Jadi, bagaimana sebaiknya? Pemahaman Dasar Mengenai MCB MCB ini adalah pengaman beban lebih pada rumah anda. Pengaman beban lebih ini dapat di fungsikan sebagai pengganti fuse atau sikring di Rumah anda. MCB berfungsi sebagai pemutus rangkaian listrik dari arus beban lebih dan hubung singkat. Sedangkan ELCB adalah proteksi yang melengkapi MCB sebagai terhadap arus sisa atau arus bocor ke bumi. Karena keterbatasan MCB yang hanya mengamankan beban lebih dan hubung singkat. Untuk lebih jelasnya masing-masing fungsi dasar ini dapat di baca di bawah ini MCB Sebagai Alat Proteksi Instalasi Listrik Tidak Wajib Dipasang ELCB Pengaman Arus Bocor [Type text] Page 5 Acuan Standar PUIL 2011 a. Untuk perhitungan kebutuhan daya listrik, ada baiknya kita melihat dalam PUIL Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2011, sebagai acuan yang menjadi Standar Nasional Indonesia. Perhitungan kebutuhan daya listrik dijelaskan dalam PUIL bagian yaitu Cara Perhitungan Kebutuhan Maksimum di Sirkit Utama dan Sirkit Cabang Menurut PUIL, kebutuhan maksimum di sirkit utama dan sirkit cabang harus ditentukan dengan salah satu cara sebagai berikut Dengan perhitungan bagian b. Dengan penaksiran bagian c. Dengan pengukuran bagian a. b. Instansi Pemeriksa dapat menetapkan cara yang harus dipakai. Selain itu diberlakukan tambahan persyaratan sebagai berikut Bila nilai kebutuhan maksimum, yang diperoleh dari pengukuran, melampaui nilai yang diperoleh dari perhitungan atau penaksiran, maka nilai hasil pengukuran inilah yang diambil sebagai kebutuhan maksimum. Bagi sirkit utama atau sirkit cabang yang menyuplai sirkit akhir, yang diproteksi dengan pemutus daya arus lebih dengan setelan pada nilai tertentu, kebutuhan maksimumnya tidak boleh diambil lebih besar dari jumlah nilai setelan arus pemutus daya yang mengamankan sirkit akhir. Kita akan bahas ketiga cara tersebut, dengan catatan perhitungannya dibatasi hanya untuk instalasi rumah tunggal. Cara Perhitungan Cara perhitungan kebutuhan maksimum pada instalasi rumah tunggal dijelaskan pada bagian dengan menggunakan table sebagai berikut tabel kebutuhan maksimum instalasi rumah tunggal dan ganda [Type text] Page 6 tabel kebutuhan maksimum instalasi rumah tunggal dan ganda lanjutan gbr. ilustrasi beban listrik di rumah Berbagai jawaban diatas bisa diaplikasikan karena semuanya akan kembali pada kondisi aktual dari kebutuhan listriknya. Tapi khusus untuk jawaban pertama mengenai cara perhitungan total beban, perlu dicermati bahwa nilai total tersebut bukanlah nilai yang langsung dipakai sebagai nilai total daya listrik yang dibutuhkan. Bila merujuk pada [Type text] Page 7 1. perhitungan berdasarkan PUIL lihat kolom 2, maka beban listrik dapat di bagi dalam beberapa kategori. Misalnya peralatan listrik yang ada Pencahayaan biasa Lampu 10 titik masing-masing 8 Watt Lampu LED Lihat table bagian A 1 sampai 20 titik, maka beban lampu 10 titik dihitung sebesar 2A 2. Kotak kontak yang tidak melebihi 10A Mesin air 250 Watt 3. Kotak kontak yang melebihi 10A AC 1PK sebanyak 1 unit, perhitungannya sebagai berikut 1 PK = 746W, dimana 75% nya adalah 559,5W. TV 100 Watt TV LED Kulkas 2 pintu 100 Watt Rice Cooker untuk menghangatkan 80 Watt Dispenser 100 Watt Mesin cuci 250 Watt Setrika listrik 300 Watt Lihat table bagian B 1 sampai 20 titik, maka kotak kontak 7 titik dihitung sebesar 5A Sesuai dengan rumus daya, dimana P = daya volt ampere V = voltase/tegangan volt I = arus ampere Pada perhitungan di bawah adalah menggunakan rumus daya 1 phasa P = I = 559,5W/220 = ≈ 2,5A. Maka total kebutuhan maksimumnya adalah = Beban listrik 1 + beban listrik 2 + beban listrik 3 = 2 + 5 + 2,5 = 9,5A ≈ 10A Berdasarkan perhitungan diatas maka besar amper circuit breaker adalah 10A. Akan tetapi perlu kita mencermati apakah semua peralatan tersebut dipakai bersamaan atau bergantian. Umumnya sih bergantian. Karena itu daya 1300VA akan cukup-cukup saja. Kuncinya adalah bagaimana mengatur waktu penggunaan peralatan listrik tersebut. Cara Penaksiran a. Cara penaksiran dapat dipertimbangkan terutama jika Perlengkapan pada instalasi bekerja pada kondisi beban yang naik turun atau intermiten dan daur tugas tertentu dapat ditetapkan. b. Instalasinya besar dan rumit, atau c. Jika terdapat penghunian khusus. Dalam hal instalasi rumah tunggal yang relative sederhana, cara penaksiran ini bisa tidak diperlukan. [Type text] Page 8 Cara Pengukuran atau Pembatasan Menurut PUIL, cara pengukuran dilakukan dengan menentukan konsumsi listrik tertinggi yang direkam atau yang dapat dipertahankan selama periode 15 menit oleh indikator atau perekam maksimum. Pengukuran semacam ini dilaksanakan sesuai dengan cara yang diizinkan. Demikian cara perhitungan kebutuhan maksimum daya listrik pada suatu instalasi rumah tunggal menurut PUIL. Besarnya kebutuhan daya listrik ini akan menentukan berapa rating MCB yang dibutuhkan dan juga daya listrik PLN yang dibutuhkan Menentukan Rating MCB Sesuai contoh perhitungan kebutuhan maksimum diatas, didapat angka 9,5A. Sedangkan di pasaran, rating MCB yang dijual adalah 2A, 4A, 6A, 10A. Dengan demikian breaker MCB yang cocok untuk dipilih dan dipasang dirumah adalah 10A. Apabila anda ingin memasang ELCB dapat menggunakan 10A dengan kemampuan arus bocor 30mA. Kita tidak membahas mengenai pembagian grup MCB-nya. Karena pembagian grup ini relatif tergantung kebutuhan. Secara umum, 1 atau 3 grup sirkuit sudah cukup. Bagaimana cara menentukan kapasitas daya listrik cadangan yang dibutuhan ketika listrik PLN mati? Kami akan membahasnya pada artikel berikutnya. Referensi PUIL 2011 Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi anda. Silahkan jika ada komentar masukan atau koreksi. [Type text] Page 9 Cara Menghitung kebutuhan Lampu dalam suatu ruangan 1 Watt Lampu dapat memberikan pencahayaan sebesar 75 Lumen. Berapa banyak lampu yang dibutuhkan untuk menerangi suatu ruangan? Berapa watt lampu yang dibutuhkan agar dapat memberikan penerangan yang optimal dalam suatu ruangan? Bagi anda yang saat ini sedang berencana untuk memasang instalasi lampu penerangan dalam suatu ruangan yang mungkin baru anda bangun, atau mungkin saat ini anda baru saja selesai membangun rumah, namun masih bingung bagaimana menentukan berapa jumlah lampu yang akan anda pasang dalam ruangan di dalam rumah anda. Baca juga cara menghitung kebutuhan bahan untuk instalasi listrik Atau anda telah memasang beberapa lampu penerangan di ruangan, namun belum dapat memberikan hasil penerangan yang diinginkan. Di satu sisi, pastinya kita menginginkan penerangan yang cukup untuk suatu ruangan, agar ruangan tersebut dapat kita gunakan untuk berbagai kegiatan, Namun disisi lain anda juga pasti memiliki perhitungan bagaimana agar lampu penerangan yang akan anda pasang tidak terlalu berlebihan , namun dengan hasil penerangan yang optimal, sehingga tidak akan menyebabkan pemborosan daya listrik. Oleh karena itu, untuk mendapatkan berapa watt lampu atau berapa banyak jumlah lampu yang akan anda pasang dalam suatu ruangan agar penerangan dalam ruangan tersebut optimal, maka perlu dilakukan perhitungan yang baik untuk mendapatkan jumlah lampu atau berapa besar watt lampu yang dibutuhkan suatu ruangan. Cara Menghitung Kebutuhan Lampu dalam suatu Ruangan Sebenarnya, pertanyaan yang tepat untuk mewakili berbagai pertanyaan tersebut diatas, adalah seberapa besar pencahayaan yang dibutuhkan untuk menerangi suatu ruangan. [Type text] Page 10 Menghitung Kebutuhan Lampu Seberapa besar Pencahayaan yang dibutuhkan suatu ruangan? Maka, jika kita bicara mengenai pencahayaan atau cahaya, maka sebelumnya kita perlu mengetahui beberapa satuan cahaya yang biasa digunakan, yaitu CANDELA Candela adalah salah satu satuan pencahayaan. Dari bahasanya Candela bisa diartikan sama dengan besar pencahayaan lilin. LUMEN Lumen adalah salah satu satuan Pencahayaan. Pada satuan pencahayaan LUMEN, menyatakan seberapa besar pencahayaan yang dihasilkan dari satu sumber cahaya. LUX Lux adalah salah satu satuan Pencahayaan. Lux menyatakan nilai besaran Pencahayaan yang ada dalam suatu ruangan yang mendapatkan Pencahayaan dari suatu sumber cahaya. Setelah kita mengetahui beberapa satuan pencahayaan, selanjutnya bagaimana cara menentukan jumlah lampu untuk menerangi suatu ruangan. Baca juga cara memilih lampu penerangan [Type text] Page 11 Untuk menentukan jumlah lampu penerangan suatu ruangan, ada beberapa hal yang harus kita ketahui, antara lain A. Jenis ruangan yang akan dipasangi lampu penerangan Ruangan yang akan dipasang lampu penerangan Tingkat pencahayaan memiliki nilai yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan fungsi ruangan tersebut. Dibawah ini dapat anda lihat beberapa nilai standar pencahayaan pada suatu ruangan tertentu. Ruangan yang ada di dalam Rumah Tinggal TERAS Standar pencahayannya adalah 60 LUX RUANG TAMU Standar pencahayannya adalah 120 – 150 LUX RUANG MAKAN Standar pencahayannya adalah 120 – 250 LUX RUANG KERJA Standar pencahayannya adalah 120 – 250 LUX KAMAR TIDUR Standar pencahayannya adalah 120 – 250 LUX KAMAR MANDI Standar pencahayannya adalah 250 LUX DAPUR Standar pencahayannya adalah 250 LUX GARASI Standar pencahayannya adalah 60 LUX Ruangan yang ada di dalam perkantoran RUANG DIREKTUR Standar pencahayannya adalah 350 LUX RUANG KERJA Standar pencahayannya adalah 350 LUX RUANG KOMPUTER Standar pencahayannya adalah 350 LUX RUANG RAPAT Standar pencahayannya adalah 300 LUX RUANG GAMBAR Standar pencahayannya adalah 750 LUX GUDANG ARSIP Standar pencahayannya adalah 150 LUX RUANGAN ARSIP AKTIF Standar pencahayannya adalah 300 LUX Ruangan yang ada di dalam Sekolahan RUANG KELAS Standar pencahayannya adalah 250 LUX PERPUSTAKAAN Standar pencahayannya adalah 300 LUX LABORATORIUM Standar pencahayannya adalah 500 LUX RUANG GAMBAR Standar pencahayannya adalah 750 LUX KANTIN Standar pencahayannya adalah 200 LUX Ruangan yang ada di dalam Hotel dan Restoran LOBBY & KORIDOR Standar pencahayannya adalah 100 LUX RUANG SERBA GUNA Standar pencahayannya adalah 200 LUX RUANG MAKAN Standar pencahayannya adalah 250 LUX [Type text] Page 12 KAFETARIA Standar pencahayannya adalah 250 LUX KAMAR TIDUR Standar pencahayannya adalah 150 LUX DAPUR Standar pencahayannya adalah 300 LUX B. Ukuran ruangan tersebut, seperti ukuran Panjang dan lebar ruangan. C. Berapa besar daya atau Watt untuk satu buah lampu yang akan digunakan. D. 1 Watt lampu = 75 Lumen pencahayaan Setelah beberapa hal tersebut kita ketahui, selanjutnya kita dapat menghitung berapa banyak lampu penerangan yang kita butuhkan untuk memberikan penerangan yang diinginkan di dalam ruangan tersebut. Dengan menggunakan Rumus untuk menentukan jumlah lampu penerangan dalam suatu ruangan. Rumus N= ExLxW Ø x LLF x Cu x n Penjelasan Rumus diatas, adalah N = Jumlah titik lampu E = Kuat penerangan Lux, rumah atau apartemen standar 100lux - 250lux L = Panjang Length ruangan dalam satuan Meter W = Lebar Width ruangan dalam satuan Meter. Ø = Total nilai pencahayaan lampu dalam satuan LUMEN LLF = Light Loss Factor atau Faktor kehilangan atau kerugian cahaya, biasa nilainya antara 0,7–0,8 Cu = Coeffesien of Utillization n = Jumlah Lampu dalam 1 titik Sebagai contoh perhitungan untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan lampu dalam suatu ruangan, kita dapat mengambil data berikut [Type text] Page 13 Contoh Suatu ruangan Kamar tidur berukuran Panjang 5 meter dan Lebar 4 Meter di dalam Rumah tinggal, hendak dipasang Lampu TL 40 Watt, Berapa banyak lampu TL 40 Watt yang dibutuhkan untuk memberikan pencahayaan yang baik dalam ruangan Kamar tidur tersebut ? Diketahui Dapat kita lihat, dari data standar kuat pencahayaan diatas bahwa untuk ruangan Kamar tidur di rumah tinggal adalah 120 Lux – 250 Lux. Kita ambil Nilai tengah sekitar 200 Lux Maka diketahui, E = 200 Lux. Panjang ruangan atau L = 5 meter Lebar ruangan atau W = 4 meter Nilai Lumen lampu atau Ø = 40 Watt x 75 Lumen Ø = 3000 Lumen. Untuk sistem penerangan langsung dengan warna plafon dan dinding terang, Nilai Koefisien atau CU coeffesien of utilization adalah 50-65 %. Untuk Hal ini, kita bisa ambil nilai terendah yaitu 50 % atau 0,5 Light loss factor LLF = 0,7-0,8. LLF tergantung ; kebersihan sumber cahaya, tipe kap lampu, penyusutan cahaya dari permukaan lampu, dan lainnya Nilai LLF kita ambil nilai sebesar = 0,7 Jumlah lampu dalam satu titik n adalah 1 Maka, N= ExLxW Ø x LLF x Cu x n N = 200 LUX x 5 meter x 4 meter 3000 Lumen x 0,7 x 0,5 x 1 N= 4000 1050 [Type text] Page 14 N = 3,8 dibulatkan menjadi 4 buah lampu Maka didapat bahwa Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk memberikan pencahayaan pada Kamar tidur di Rumah tinggal adalah sebanyak 4 Buah dengan Lampu yang digunakan adalah TL 40 Watt. Atau jumlah watt yang dibutuhkan adalah 4 x 40 watt = 160 watt. Demikianlah cara bagaimana menghitung jumlah Lampu yang kita butuhkan untuk memberikan pencahayaan yang baik dalam suatu ruangan. Semoga memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua ! Tempat kita berbagi ilmu dikutip dari berbagai sumber [Type text] Page 15
Cara Menghitung Kebutuhan Lampu di Rumah AndaPada dasarnya setiap orang ingin memiliki penerangan rumah yang baik dan ideal. Sangatlah penting untuk kita mengetahui kebutuhann lampu yang tepat di rumah kita. Manfaatnya beragam, mulai dari kenyamanan yang dirasakan sampai penghematan kesempatan ini kita akan membahas tentang cara menghitung kebutuhan lampu dirumah yang wajib anda ketahui. Tiap rumah dan ruangan memiliki kebutuhan lampu yang berbeda-beda, faktor yang mempengaruhi beragam, mulai dari luas ruangan, fungsi ruangan, warna dinding ruangan, dan hal penggunaan lampu di rumah berbeda dengan penggunaan lampu di ruangan yang lebih kecil atau besar seperti hotel ataupun restaurant. Besar kecilnya ruangan juga berpengaruh terhadap jenis lampu yang digunakan. Menurut SNI, panduan daya pencahayaan maksimum lampu LHE atau lampu fluorescent untuk beberapa ruang berbeda-beda, dapat dilihat dari daftar berikut ini Sedangkan untuk LED daya pencahayaan maksimum untuk ruangan rumah adalah 2,7watt/m2 tentunya lebih hemat dari lampu lebih memudahkan, kita akan membahas cara menghitung kebutuhan di rumah saja, simpelnya jika anda memiliki rumah sekitar 40 m2, maka pemakaian listrik untuk lampu harus dibawah 400 watt. Jika kebutuhan listrik terlalu banyak maka jumlah pemakaian lampu dapat dikurangi. Kita dapat menghitung kebutuhan lampu dengan rumus sederhana ini Contoh Perhitungan Ketika anda memiliki sebuah ruangan kamar berukuran 3m x 5m dan jenis lampu yang digunakan adalah tipe Osram LED 10,5W berapa banyak lampu yang dipasang? Dari perhitungan, dapat diambil jumlah kebutuhan lampu ideal di rumah dengan luas kamar 5 x 3 meter yang akan dipasang Osram LED 10,5W memerlukan setidaknya 4 spot lampu, jika terlalu terang atau gelap kamu bisa merubahnya sesuai kebutuhan, apakah kebutuhan lampu di rumahmu sudah ideal?Index Artikel
Menghitung Nilai Resistor untuk LED – LED Light Emitting Diode adalah jenis Dioda yang dapat memancarkan cahaya saat dialiri arus listrik. Salah satu kegunaan LED yang paling sering ditemukan adalah sebagai Lampu Indikator, terutama pada indikator ON / OFF sebuah perangkat Elektronika. Hal ini dikarenakan kelebihan LED yang mengkonsumsi arus listrik lebih kecil dibandingkan dengan jenis-jenis lampu lainnya. LED memiliki arus maju Forward Current maksimum yang cukup rendah sehingga dalam merangkai LED, kita harus menempatkan sebuah Resistor yang berfungsi sebagai pembatas arus agar arus yang melewati LED tidak melebihi batas maksimum arus maju LED itu sendiri. Jika tidak, LED akan mudah terbakar dan rusak. Rata-rata arus maju Forward Current maksimum sebuah LED adalah sekitar 25mA sampai 30mA tergantung jenis dan warnanya. Berikut ini adalah tabel arus maju maksimum dan tegangan maju untuk masing-masing jenis dan warna LED pada umumnya LED bulat dengan diameter 5mm. Jenis LED Warna IF Max VF typ. VF Max VR Max Standard Merah 30mA 5V Standard Merah Terang 30mA 5V Standard Kuning 30mA 5V Standard Hijau 25mA 5V High Intensity Biru 30mA 5V Super Bright Merah 30mA 5V Low Current Merah 30mA 5V Keterangan IF Max Arus Maju Forward Current Maksimal VL Tegangan LED VF Max Tegangan Maju Forward Voltage maksimum VR Max Tegangan Terbalik Reverse Voltage maksimum Setelah kita mengetahui Tegangan dan Arus Maju untuk LED seperti pada tabel diatas, maka kita dapat menghitung nilai Resistor yang diperlukan untuk rangkaian LED agar LED yang bersangkutan tidak terbakar atau rusak karena kelebihan arus dan tegangan. Rumus yang dipakai adalah sebagai berikut R = VS – VL / I Dimana R = Nilai Resistor yang diperlukan dalam Ohm VS = Tegangan Input dalam Volt V VL = Tegangan LED dalam Volt V I = Arus Maju LED dalam Ampere A Hal yang perlu diingat dalam perhitungan, Arus Maju LED I tidak boleh melebihi Arus Maju Maksimal IF Max yang telah ditentukan seperti tertera di dalam tabel atas. Resistor yang berfungsi sebagai pembatas arus ini dipasang secara seri dengan LED seperti gambar rangkaian di bawah ini Contoh Kasus Menghitung Nilai Resistor untuk LED Berikut ini beberapa contoh kasus perhitungan nilai resistor yang diperlukan untuk Rangkaian Indikator LED. Contoh Kasus 1 Jika tegangan Input adalah 12V dan LED yang digunakan adalah LED Hijau VL = Arus Maju I adalah 20mA diganti menjadi Ampere menjadi Berapakah Nilai Resistor yang diperlukan? Penyelesaian Diketahui VS = 12V VL = I = R = ? Jawaban R = VS – VL / I R = 12V – / R = 490 Nilai Resistor Standar yang mudah didapatkan di pasaran adalah 510 usahakan untuk menggunakan nilai resistor standar terdekat yang nilai resistansinya lebih tinggi. Contoh Kasus 2 Jika tegangan Input adalah 9V dan LED yang digunakan adalah LED Biru VL = Arus Maju I adalah 25mA diganti menjadi Ampere menjadi Berapakah Nilai Resistor yang diperlukan? Penyelesaian Diketahui VS = 9V VL = I = R = ? Jawaban R = VS – VL / I R = 9V – / R = 180 Pada dasarnya, rumus perhitungan Nilai Resistor ini adalah berdasarkan Hukum Ohm. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Hukum Ohm, silakan kunjungi artikel Pengertian dan Rumus Hukum Ohm.
Mengukur lumen lampu yang dibutuhkan untuk penerangan yang tepat Apa itu lumen? Arti lumen pada lampu? Lumen adalah satuan turunan SI untuk fluks cahaya, mengukur jumlah total cahaya terlihat yang dipancarkan sebuah sumber. Lumen lampu, pencahayaan yang tepat di rumah lebih penting daripada yang kita pikirkan. Di kamar tidur kita membutuhkan pencahayaan yang berbeda dengan ruang belajar atau di lorong. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara kita menghitung terang gelap cahaya lampu atau mengukur tingkat terang pencahayaan lampu yang dibutuhkan? Cara menghitung atau mengukurnya adalah dengan menggunakan nilai lumen sumber cahaya sebagai panduan. Apakah lumen itu? Apa itu lumen pada lampu LED? Lumen simbol lm adalah satuan turunan SI untuk fluks cahaya, mengukur jumlah total cahaya terlihat yang dipancarkan sebuah sumber. Setelah kita mengetahui mengenai lumen maka berikutnya adalah bagaimana kita mencari berapa banyak lumens per meter persegi yang dibutuhkan pada suatu ruangan. Mari kita simak bersama pembahasannya pada postingan kali ini. Spesifikasi lumen memberikan informasi tentang seberapa terang lampu bersinar. Pada postingan ini kita dapat mengetahui berapa banyak lumen yang dibutuhkan per meter persegi. Spesifikasi lumen lampu LED Hal penting yang perlu kita ketahui. Unit “lumen” lm menunjukkan luminositas LED, lampu hemat energi, dan bola lampu. lumen sesuai dengan luminositas bohlam 75 watt. Di kamar tidur, rata-rata 100 lm per meter persegi sudah cukup, di kantor setidaknya harus 250 lm/m2. Lumen, Lux, Kelvin dan Watt apa artinya saat membeli lampu? Watt W telah kehilangan maknanya sejak akhir bola lampu klasik dan saat ini beralih ke luminositas LED, lampu hemat energi, dan bola lampu dalam lumen lm. Selama ini ketika membeli lampu, maka kita bisa membaca performa atau konsumsi daya bohlam dari wattnya. Namun, sebenarnya berapa banyak cahaya yang dipancarkan lampu tidak dapat diukur dari watt. Untuk perbandingan intensitas cahaya, kita mengukur atau menghitungnya dalam lumen, sehingga lebih mudah untuk membandingkan sumber cahaya yang berbeda satu sama lain. Semakin tinggi nilai lumen, maka semakin terang sumber cahaya bersinar atau semakin kuat fluks bercahaya. Nilainya berbeda dari satu lampu ke lampu lainnya. Namun, ada unit pengukuran lain yang ditentukan untuk bola lampu modern – misalnya nilai Kelvin K dan Lux lx. Khusus untuk lampu LED biasanya menggunakan Kelvin dan tertera dalam kemasan, dimana Kelvin mengacu pada temperatur warna. Cahaya kuning yang hangat memiliki nilai Kelvin yang lebih rendah daripada cahaya biru yang dingin. Spektrum warna untuk sebagian besar lampu adalah antara dan Kelvin. Kita bisa memilih lampu yang tepat pada ruangan dan waktu pemakaian berdasarkan informasi tersebut, memilih lampu berdasarkan suhu warna dan tingkat terang cahaya lampu, Misalnya untuk pagi hari di tempat kerja, maka idealnya kita menggunakan lampu LED dengan nilai kelvin yang tinggi – sekitar Kelvin. Cahaya yang bernuansa dingin membantu kita untuk mudah bangun, sebaliknya lampu dengan cahaya yang hangat dengan hingga Kelvin cenderung membuat kita lelah, baik di kamar tidur atau ruang tamu. Sementara lumen menunjukkan kecerahan lampu sebagai unit stkitar untuk fluks bercahaya, maka nilai lux menerangkan tentang penerangan sumber cahaya. Kita dapat menggunakan lux untuk melihat seberapa banyak fluks bercahaya dari satu lumen sumber pencahayaan yang jatuh pada area satu meter persegi. Apa bedanya lumen dengan lux? Lumen Saat kuat terang cahaya diatur dengan Lumen, maka keluaran cahaya di tentukan sebagai fluks cahaya. Walau ukuran objek sumber cahaya berubah, tetapi output terang yang dihasilkan akan tetap sama/konstan. Contoh di bawah menunjukkan efek peningkatan ukuran cahaya area persegi dari 10 menjadi 200 mm. Daya konstan 250 Lumen. Mari kita lihat contoh gambar dibawah ini, ukuran objek dan ruangannya tetap, tetapi ukuran sumber cahayanya berubah, dari 10 mm menjadi 200 mm. Hasilnya, walau ukuran sumber cahaya berubah membesar, tetapi kuat terangnya tetap konstan 250 lumen. Bisa terlihat ya, objek cahaya membesar, tetapi hasil terangnya masih tetap sama. Lux Bila kuat terang cahaya diatur dengan lux, maka keluaran cahayanya ditentukan sebagai pancaran cahaya. 1 Lux = 1 Lumen per meter persegi permukaan yang memancarkan cahaya. Sehingga output cahaya total akan bervariasi untuk objek cahaya area dengan ukuran berbeda. Lampu dengan area yang kecil maka akan redup, sebaliknya bila ukuran lampu semakin membesar maka akan lebih terang, karena area permukaan pemancaran cahayanya lebih besar. Contoh di bawah menunjukkan efek peningkatan ukuran cahaya area persegi dari 10 mm menjadi 200 mm. Daya konstan 25000 Lux. Terlihat ya, saat lampu membesar, maka cahayanya pun juga semakin terang, tidak konstan. Seberapa terang lumens? Di masa lalu, bola lampu klasik yang paling umum adalah bola lampu 75 watt. Ini juga berfungsi sebagai dasar untuk memahami seberapa terang lumen, karena bohlam menghasilkan sekitar lumen cahaya. Jadi, sebagai panduan kasar, kita memerlukan LED lumen untuk mendapatkan kecerahan yang sama dengan bohlam pijar 75 watt. Bola lampu yang sesuai dengan luminositas 1000 lumens lumen kira-kira sesuai dengan luminositas bohlam 75 watt klasik. Kita harus mempertimbangkan bahwa sudut pancaran sumber cahaya LED modern secara signifikan lebih kecil daripada bola lampu klasik, dimana mereka memiliki sudut pancaran lebih dari 270 derajat dan dengan demikian penerangan bola lampu klasik akan merata ke segala arah. Bola lampu LED, di sisi lain, memfokuskan cahaya lebih banyak ke satu aera, yang berarti sudut pancaran lebih kecil. Jadi lumens tidak selalu memiliki kecerahan yang sama saat membandingkan bohlam yang berbeda. Nilai lux bisa membantu di sini, tetapi ini tidak selalu tercantum pada kemasannya. Namun, spesifikasi lumen adalah panduan yang baik jika kita ingin mencapai kecerahan yang serupa dengan bohlam 75 watt. Sekarang bagaimana kita menghitung kebutuhan lumen/m2 pada sebuah ruangan? Cahaya penting bagi manusia – dan bukan hanya untuk bekerja. Oleh karena itu pencahayaan yang tepat memegang peranan penting di setiap ruangan. Untuk penerangan, kita dapat menggunakan spesifikasi lumen untuk sumber cahaya modern sebagai panduan. Namun daripada memasang lampu dengan lumens, justru dengan desain Pencahayaan di rumah lebih masuk akal untuk mendistribusikan beberapa sumber cahaya dengan nilai lumen lebih rendah di dalam ruangan. kita dapat menghitung berapa banyak yang kita butuhkan per kamar menggunakan lumen per meter persegi. Tergantung pada ruangan, kita membutuhkan tingkat luminositas yang berbeda. Di ruangan tempat kita bekerja misalnya ruang belajar atau dapur, kita memerlukan intensitas cahaya yang tinggi dan nilai suhu warna yang tinggi – yaitu warna cahaya yang dingin untuk penerangan. Kombinasi pencahayaan ini bisa meningkatkan konsentrasi, kita dapat mencapai pencahayaan dasar yang baik – misalnya dengan lampu sorot tersembunyi – dari sekitar 100 lm/m2. Namun, lampu yang lebih kuat juga harus digunakan untuk mendukung pencahayaan, sehingga kita dapat menggunakan penerangan secara maksimal dan efisien. Dapur dan dalam ruang belajar biasanya membutuhkan lumen antara 250 dan 300 lm/m2. Sedangkan untuk ruang tamu dan kamar tidur kita sebaiknya memilih warna cahaya yang hangat dan intensitas cahaya yang lebih rendah. Sedangkan untuk pencahayaan di kamar tidur anak-anak, berada di kisaran 100 hingga 150 lm/m2 dengan suhu warna hingga Kelvin, paduan tersebut dianggap cocok untuk ruangan mereka. Pencahayaan di ruang tamu dengan lumen lebih sedikit per meter persegi Di ruang tamu, cahaya harus lebih hangat dan lampu membutuhkan lebih sedikit lumen per meter persegi. Banyak cahaya yang dibutuhkan di kamar mandi untuk rutinitas perawatan sehari-hari. Oleh karena itu pada pencahayaan kamar mandi disarankan intensitas cahaya 250 hingga 300 lm/m2. Kombinasikan lampu langit-langit dengan cermin yang menyala secara terpisah di ruangan ini. Tip Di toilet tamu kita juga bisa menerangi dengan intensitas cahaya yang lebih sedikit. Pada lorong dan tangga penting untuk memiliki pencahayaan yang baik agar kita terhindar dari kecelakaan. Pada area ini nilai lumen harus mencapai 100 hingga 150 lumen per meter persegi. Amankan area yang sangat gelap atau miring dengan luminositas yang lebih tinggi. Di ruang bawah tanah rubanah, itu tergantung pada bagaimana kita ingin menggunakannya. Jika sebenarnya hanya untuk digunakan sebagai gudang, terangi dengan 250 hingga 300 lm/m2. Jika kita menggunakan ruang bawah tanah sebagai ruang tamu, 100 lm/m2 juga cukup. Pengecualiannya adalah jika ruang bawah tanah tersebut sebagai ruang/bengkel kerja, maka lumen disini adalah 250 hingga 300 lm/m2 dalam kombinasi dengan suhu warna tinggi agar kita dapat berkonsentrasi lebih baik. Nilai yang sama berlaku untuk ruang penyimpanan seperti ruang bawah tanah yang tidak berpenghuni. Tabel dibawah ini bisa menjadi nilai pedoman untuk pencahayaan dasar menurut ruangan. Nilai rata-rata ini berfungsi sebagai titik awal untuk penerangan yang baik dan perencanaan penerangan awal. Tabel lumen lampu LED secara umum Ada beberapa varian mengenai nilai kebutuhan lumen, kita coba ambil dua macam yang kira-kira bisa mewakili dan saling melengkapi. Note 1 lx = 1 lm/m2 1 lux = 1 lumen/m2 Versi 1 AktivitasLuxMatahari hari tidak langsung suasana keseluruhan108Dapur, area kerja538Ruang makan54Ruang keluarga, suasana keseluruhan54Ruang keluarga, area kerja323Pencahayaan di meja431Kamar tidur, suasana keseluruhan54Kamar tidur, membaca431Kamar tidur, meja rias431Kamar mandi, suasana keseluruhan54Kamar mandi, aktivitas tertentu323Cuci pakaian323Sirkulasi54Jahit-menjahit538Garasi/bengkel kerja108Pekerjaan mendetil1076 Versi 2 Jenis ruangKebutuhan lumenKelvinGudang100 – 300 lm/m26,000KRuang kerja250 – 300 lm/m24,000KKamar mandi250 – 300 lm/m24,000KLorong/tangga100 – 150 lm/m22,700- 3,000KRubanah100 – 300 lm/m26,000KRuang menyusui100 – 150 lm/m22,200- 2,700KDapur250 – 300 lm/m24000KKamar tidur100 – 150 lm/m22,200- 2,700KRuang keluarga100 – 150 lm/m23,000K Bagaimana cara menghitung lumen lampu per meter persegi pada ruangan Dengan menggunakan nilai panduan pada tabel diatas, kita dapat dengan mudah menghitung berapa banyak lumen per meter persegi yang dibutuhkan untuk sebuah ruangan. Contoh Bagaimana cara atau berapa lumen/lux pencahayaan yang dibutuhkan untuk ruangan dapur? Langkah 1, cari data ruangan atau yang mewakili dan lux dari tabel di atas. Kita pakai data dari tabel versi 1 – saya sukanya yang ini, terserah Anda, bebas. 108 lux untuk suasana ruangan dapur keseluruhan. 538 lux untuk area meja kerja persiapan makanan/masak. Langkah pencahayaan ruangan dapur secara suasana keseluruhan. Kita perlu tahu ukuran luas ruangannya. Misalnya setelah diukur, ukurannya adalah 4 m x 3 m, maka didapatkan luasnya adalah 12 m2. Untuk bisa dapat lumennya, kita kalikan kebutuhan lux dari langkah 1 diatas. Maka, 12 m2 x 108 = 1296 lumen. Langkah pencahayaan dapur untuk area meja kerja/persiapan spesifik. Sekarang kita akan coba hitung untuk penerangan dapur di area yang permukaannya digunakan untuk persiapan makanan/kerja masak dll. Misalnya kita mau menerangi meja kerja berukuran 4 m x m 60 cm = m2. Maka, m2 x 538 = 1291 lumen. Langkah 3, menghitung jumlah lampu untuk pencahayaan lumen Setelah nilai lumennya kita dapat, maka berikutnya adalah bagaimana cara menghitung kebutuhan jumlah atau banyaknya bola lampu yang dibutuhkan agar setara nilai lumen tadi. Langkah jumlah bohlam LED untuk dapur suasana umum. Katakanlah kita mau pakai LED yang mempunyai nilai 660 lumen, dari langkah kita tahu butuh lumennya lm. Jadi ini masih kurang jauh, tapi bila kita pakai 2 buah maka akan kita dapatkan total 660 lumen x 2 buah = lumen. Nah sudah dapat, itu sudah mendekati atau lebih dari lumen tadi. Mau lampunya 3 atau 4 atau lebih? Ya sesuaikan saja lumennya, kecilkan dan perbanyak lampunya. Langkah jumlah lampu LED untuk meja kerja persiapan masak/makanan. Katakan lagi, kita mau gunakan LED untuk penerangan dibawah lemari kabinet atas meja, lalu lampunya punya 480 lumen, gimana? Tinggal kita bagi saja, total kebutuhan lumen dibagi lumen lampu = -> bulatkan jadi 3 buah lampu. Sudah begitu saja, beres 🙂 Lainnya Untuk data lumen biasanya bisa dilihat pada dus lampunya, harusnya ada datanya disana. Tapi misal tidak ada, bisa coba lihat tabel di bawah ini, saya sudah coba buatkan, mengacu kepada produk lampu Philips. Ini hanya acuan umum ya, silahkan cross check lagi di lapangan sendiri. Lampu LED Philips, tipe bola lampu bohlam Kita bisa coba ambil contoh produk yang ada di pasaran, kita ambil saja lampu LED produk Philips dengan tipe bohlam LED – tipe cap E27. Tabel lumen lampu LED Philips tipe bohlam Berapa watt lampu Philips LED? Atau berapa lumen lampu LED Philips? Besaran watt dari lampu LED Philips dan nilai lumennya bisa dilihat pada tabel berikut ini WattLumenSetara bohlam pijar biasa watt325025442045548050658055766063877068995080101020831112309512136098 Sumber Philips. Untuk warna temperatur warna dari lampu LED Philips yang umum di pasaran saat ini ada 3 yaitu Kuning warm white K. Cool white semi putih K. Cool Daylight putih K. Pertanyaan yang sering muncul Lampu LED Philips 12 watt berapa lumen? Atau berapa lumen per watt? 1 watt lampu LED berapa lumen? Kita bisa menghitungnya atau mengetahuninya dengan cara membagi jumlah nilai lumen dengan nilai watt daya lampunya. Contoh untuk LED bohlam Philips 12 watt, ia menghasilkan 1360 lumen, maka kita bisa masukan angkanya ke pembagian sbb 1360 lumen / 12 watt = lumen. Apakah semakin tinggi lumen semakin terang? Ya, karena semakin tinggi nilai lumen maka semakin kuat fluks bercahaya yang dihasilkan dari sumber cahaya tersebut. Berapa Lumen untuk ruang tamu? Di tabel tidak ada datanya. Kita bisa coba padankan dengan data lumen untuk ruang keluarga dari tabel lumen versi 2 – diatas, disana tertera 100 – 150 lm/m2. Selanjutnya kita kalikan nilai lumen tersebut dengan luasan ruang tamunya. Contoh ukuran ruang tamu adalah 3 m x 4 m = 12 m2. Nilai lumen kita ambil saja 150 lm/m2. Maka perhitungannya adalah 12 m2 x 150 lm/m2 = lm. Bosss, ruangan x ukuran x butuh berapa lumen dan berapa lampu bos? Nuhun yeuh… Ambyar, warga 62 memang ruarrr biashaahhh…. Tabel data ama rumus udah ada noh diatas. Ambyar Akhir Demikian untuk postingan kali ini yang membahas mengenai bagaimana cara perhitungan lumen lampu pada pencahayaan ruangan. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua ☺️ Disadur/diterjemahkan kembali dari berbagai sumber di internet. Semoga berguna, salam. Lihat juga postingan lainnya mengenai Terima kasih telah berkunjung – Arginuring Arsitek, layanan jasa arsitek Bandung untuk desain rumah Anda.
cara menghitung kebutuhan lampu led